Jumat, 12 April 2013

Sejarah dan Asal usul film Doraemon

 
>


Tentu Anda tau kan dengan film kartun Doraemon ?. Doraemon sering ditayangkan di RCTI pada hari minggu. Tapi ada yang tau gak sih awal mula kisah pertemanan Doraemon dan Nobita ?. Sebagian ada yang tau dan sebagian ada yang tidak pastinya. Doraemon merupakan kartun jepang yang diterbitkan pada Desember 1969. Sedangkan di Indonesia, kartun Doraemon sendiri telah di terbitkan pada 1974 di TVRI dan baru ditayangkan di RCTI pada 1990.
Misi dari Doraemon sendiri adalah memperbaikin masa depan Nobita. Kehidupan awal Doraemon tidak begitu baik. Awalnya Doraemon merupakan sebuah robot kucing yang diproduksi untuk mengurus masalah rumah tangga, salah satunya mengurus bayi. Bentuk fisik Doraemon sendiri awalnya seperti robot kucing lainnya. Yaitu berwarna kuning dan memiliki sepasang telinga. Namun pada proses penciptaannya, Doraemon mengalami nasib sial. Doraemon tanpa sengaja tersengat listrik bertegangan tinggi. Energi listrik itu tercipta dari pantulan tembakan polisi yang pada saat itu sedang mengejar penjahat.

Karena begitu tingginya tegangan listrik, tubuh Doraemon bergetar hebat dan akhirnya satu sekrup copot dari tubuh Doraemon. Kemudian Doraemon jatuh dari pabrik yang memproduksinya. Pabrik tersebut terletak diatas awan. Doraemon jatuh dan terbentur benda keras beberapa kali dan akhirnya mendarat di tempat pembuangan sampah.

Dari kecelakaan itu, Doraemon menjadi berbeda dengan robot lainnya. Sistem programnya ERROR. Semua intruksi yang dia perintah terhadap kantong ajaibnya selalu salah. Dan hal tersebut menjadikan Doraemon sebagai robot second class.

Saat berlangsungnya penjualan robot. Doraemon merupakan satu - satunya robot yang tidak disukai oleh pengunjung. Tidak ada yang mau membelinya. Tapi walaupun begitu, akhirnya ada yang mau membelinya dirinya yaitu cicit Nobita yang bernama Sewashi Nobita. Keputusan orang tua Sewashi Nobita membeli Doraemon karena keadaan ekonomi rendah sehingga hanya mampu membeli robot second class.

Ketika Doraemon menjadi pengasuh Sewashi Nobita, kejadian yang tidak diinginkan pun terjadi. Telinga Doraemon digigit oleh robot tikus sehingga telinga doraemon pun rusak. Doraemon pun dibetulkan oleh dokter robot. Tetapi bukannya menjadi baik malah telinganya menjadi rata. Kepalanya menjadi bulat, botak. Karena tidak dapat menerima semua itu, Doraemon pun bersedih.

Tidak mau larut dalam kesedihan, Doraemon pun mengeluarkan ramuan penyemangat dari dalam kantong ajaibnya. Karena ERROR bukannya mengeluarkan ramuan penyemangat malahan mengeluarkan ramuan kesedihan. Sehingga setelah Doraemon meminum ramuan tersebut sampai habis, Doraemon sontak menangis menjerit - jerit sampai air matanya keluar tiada hentinya. Karena terus mengalir air matanya, akhirnya cat warnanya luntur menjadi warna biru (warna dasar).

Tidak ada komentar:
Write comments

KapanLagi.com

Tech in Asia