Rabu, 09 Mei 2012

Daftar harga organ tubuh manusia

 
>


Penjualan organ manusia sebenarnya sudah memiliki jaringan internasional yang teratur dan rapi, namun masih samar-samar terdengar oleh awam sebab tergolong ilegal di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Istilah kerennya adalah Human trafficking.

Permintaan organ tubuh manusia ini sebenarnya cukup banyak dan menawarkan kompensasi yang menggiurkan. Masyarakat miskin adalah pihak yang sering tergoda menjual organ tubuh manusia, salah satunya ginjalnya di pasar gelap. Orang miskin menjual organ tubuhnya karena tergiur harganya yang fantastis.

Dalam banyak kasus, untuk memperbaiki fungsi tubuh dengan baik, perlu menggantikan organ yang rusak dengan yang organ sehat. Sayangnya, organ yang sehat tidak mudah didapat.

Rata-rata, ada pertambahan sekitar 106 orang yang menunggu organ setiap hari dan 18 orang meninggal dunia setiap hari karena tidak mendapat donor organ. Jika ingin tahu berapa banyak organ tubuh dapat dijual di pasar gelap, berikut adalah daftar harganya seperti dilansir Gizmodo.com.

1. Sepasang bola mata: US$ 1.525 atau sekitar Rp 14 juta

2. Kulit Kepala: US$ 607 atau sekitar Rp 5,56 juta

3. Tengkorak dengan Gigi: US$ 1.200 atau sekitar Rp 11 juta

4. Bahu: US$ 500 atau sekitar Rp 4,6 juta

5. Arteri koroner: US$ 1.525 atau sekitar Rp 14 juta

6. Jantung: US$ 119.000 atau sekitar Rp 1,1 miliar

7. Hati: US$ 157.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar

8. Tangan dan lengan: US$ 385 atau sekitar Rp 3,5 juta

9. Pint darah: US$ 337 atau sekitar Rp 3,1 juta

10. Limpa: US$ 508 atau sekitar Rp 4,6 juta

11. Perut: US$ 508 atau sekitar Rp 4,6 juta

12. Usus Kecil: US$ 2.519 atau sekitar Rp 23 juta

13. Ginjal: US$ 262.000 atau Rp 2,4 miliar

14. Kandung empedu: US$ 1.219 atau sekitar Rp 11,1 juta

15. Kulit: US$ 10 atau sekitar Rp 91.000 per inci persegi

Wow, fantastis kan harganya?
So, Lindungi anak dan saudara-saudara anda dari kejahatan trafficking dari orang-orang yang sangat tidak berperikemanusiaan.

1 komentar:
Write comments

KapanLagi.com

Tech in Asia