Kamis, 12 April 2012

Kevin Systrom, Sosok di balik Instagram

 
>


Instagram yang dibeli Facebook senilai US$ 1 miliar membuat para pembuatnya kaya raya. Pendiri aplikasi foto ini rata-rata berusia di bawah 30 tahun. Berapa uang yang kemungkinan diterima para pendri Instagram ini?

Menurut sebuah data yang dikutip mashable.com, CEO Kevin Systrom memiliki empat puluh persen saham Instagram. Artinya dia bisa membawa US$ 400 juta (Rp 3,7 triliun) dari nilai penjualan saham ke Facebook sebelum dikenai pajak.

Selain Kevin, pendiri Instagram lainnya, yaitu Mike Krieger, 26 tahun, akan mengantongi sekitar US$ 100 juta (Rp 910 miliar) karena memiliki saham 10 persen. Keuntungan juga didapat pemegang saham lainnya. Seperti investor dari Benchmark Capital yang memiliki 18 persen saham, dan dua perusahaan yaitu Andreessen Horowitz dan Baseline Ventures, dengan kepemilikan 10 persen.

Sisanya sebanyak 10 persen saham akan dibagi ke sembilan karyawan instagram. Sebenarnya tidak jelas berapa jumlah pegawai di jejaring berbagi foto itu. Ada yang menyebut 12, ada pula yang berkata 13. Sumber Mashable melontarkan angka sembilan sebagai total pegawai instagram.

Nilai US$ 1 miliar adalah harga yang mengesankan. Sebab tidak jelas berapa modal awal instagram ketika dibuat. Yang pasti Instagram menjadi program terpopuler di aplikasi sistem operasi Apple dengan 30 juta kali pengunduhan sejak dirilis Oktober 2010. Memasuki sistem operasi Android, bulan ini, hanya dua hari saja pengunduhnya sudah mencapai 1 juta kali.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Times, 4 April 2012, Kevin menyebut instagram tidak bisa dibandingkan dengan seni fotografi. "Ketika kami luncurkan, aplikasi berbagi foto bukanlah hal yang keren," kata dia. Tapi Kevin percaya bahwa foto adalah salah satu hal dasar tentang kesuksesan sebuah jejaring sosial.

Menurut Kevin, instagram bukanlah sebuah aplikasi foto, melainkan sebuah cara baru berkomunikasi lewat gambar. "Itu hal yang berbeda," katanya.
Sebuah aplikasi foto adalah sebuah alat. Kalau membandingkan instagram dengan fotografi kata dia: "Sama saja membandingkan Twitter dengan Microsoft word." Jika ingin jadi penulis, Anda tidak perlu terbatas dengan 140 karakter.

source : Tempo.co

Tidak ada komentar:
Write comments

KapanLagi.com

Tech in Asia