Selasa, 31 Januari 2012

Biografi Tony Fernandes

 
>



Banyak orang selalu ingin bisa mencapai impian besar, tapi dalam hatinya sendiri tidak meyakininya karena yang diimpikannya masih berbentuk abstrak.

Banyak alasan diungkapkan seperti “Saya belum siap”, “Latar belakang saya tidak mendukung”, “Saya belum ada modal”, dan beribu alasan lainnya. Tapi, apa yang dilakukan oleh orang-orang berani yang kemudian sukses luar biasa?

Baru-baru ini saya membaca sebuah buku yang ditulis oleh Tony Fernandes, tokoh utama di balik kesuksesan Air Asia.

Rupanya, sebelum bergabung dengan Air Asia, Tony sama sekali tidak mengenal seluk beluk bisnis jasa penerbangan. Awalnya ia berkarier di bidang entertainment, tepatnya di perusahaan rekaman Warner Music. Sebuah jenis pekerjaan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan bisnis penerbangan. Tapi, demi merealisasi mimpinya, Tony tidak peduli.

Dengan keyakinan penuh, dia memulai bisnis penerbangan tersebut. Akhirnya, sekarang ia berhasil menjadikan maskapai yang populer dengan slogannya ‘Everyone can fly’ ke prestasi puncak. Hanya dalam waktu tiga tahun, Air Asia sudah mendapat tempat di hati masyarakat karena tiket murahnya. Banyak orang yang dulu hanya bisa melihat pesawat melintas di atas rumah mereka dan menganggap naik pesawat hanya mimpi, kini dengan harga yang terjangkau, banyak orang bisa naik pesawat ke berbagai tempat.

Yang menarik dari kisah hidup Tony Fernandes adalah dia tidak pernah mengenal kata “TIDAK”. Tapi “Harus BISA!” Apa pun pekerjaan dan tanggung jawab yang diserahkan kepadanya, Tony percaya pasti bisa melakukannya, asalkan yakin dan mau menjalankan.

Seperti ketika mulai menangani Air Asia, walaupun belum mengetahui banyak hal di dunia penerbangan, Tony mencermati bisnis itu dengan saksama. Ia memperhatikan segala hal yang bisa membuat harga tiket pesawat jadi murah.

Pertama, ia mencari bandara yang bisa disewa dengan harga murah. Kedua, memilih rute penerbangan yang jarak tempuhnya pendek sehingga tak perlu menginapkan crew di hotel. Pramugari maupun pilot bisa berangkat pagi, pulang malam.

Jadi tidak perlu menyiapkan crew tambahan. Ketiga, berkat kecanggihan teknologi, orang tidak memerlukan kertas tiket ataupun sewa counter, karena semua itu bisa dilakukan dengan menggunakan sistem pembayaran online. Dengan berbagai penghematan itu berhasil membuat Air Asia menjadi maskapai dengan harga tiket murah meriah.

Tony Fernandes adalah sebuah contoh dari orang yang “Yakin Bisa Sebelum Melihat”. Dari awal, Tony sudah yakin mampu dan bisa mengembangkan Air Asia, meskipun belum melihat seperti apa hasilnya nanti.

Tony bukan seorang paranormal yang bisa menerawang jalan hidupnya kelak. Modalnya hanya sikap optimis terhadap apa yang diyakininya benar dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Semua jerih payahnya kini terbayar sudah, keyakinannya ternyata benar, hingga mimpi besarnya dapat terwujud.

Para pembaca yang luar biasa, kisah Tony Fernandes bukan hanya soal kesungguhan hati (keyakinan) semata. Saya juga menemukan bahwa jika kita memiliki keinginan diikuti dengan motivasi yang tinggi dan percaya kalau hal itu tersebut bisa direalisasikan, maka kita akan menemukan cara untuk mengatasi kendala dan mampu mencapai tujuan.

“Percaya” kalau anda pasti bisa merealisasikan mimpi-mimpi, “belajar” bagaimana agar mimpi tersebut bisa dicapai, “lakukan” dengan segera. Sukses luar biasa akan menjadi milik anda.

Keep in Believing-Learning-Action!

2 komentar:
Write comments
  1. Mantap bung, ulasannya. Tapi, judulnya salah tuh. Pake "F", bukan "H".
    Salam kenal :)

    BalasHapus
  2. Lol its Hernandes, with H, not F.

    BalasHapus

KapanLagi.com

Tech in Asia