Jumat, 18 November 2011

Sepp Blatter dikecam masalah rasisme

 
>

Pernyataan Presiden FIFA Sepp Blatter yang terkesan menyepelekan rasisme di lapangan hijau menuai kecaman. Ia pun kemudian coba menjelaskan.

Perkara rasisme masih menghantui, secara khusus, olahraga sepakbola. Menurut Blatter, cacian berbau rasisme di laga sebenarnya adalah bagian dari provokasi saja. Ia pun menilai itu semua bisa selesai dengan jabat tangan di akhir pertandingan.

"Mungkin salah satu pemain mengucapkan sebuah kata, bertindak sesuatu, kepada pemain lain, dengan keliru. Tapi pemain yang jadi sasaran mesti bilang, ini adalah permainan, kami dalam pertandingan, dan di akhir laga kami harus bersalaman," katanya dalam wawancara kepada CNN dan juga wawancara serupa kepada Al Jazeera.

"Saat bermain, terkadang Anda mengatakan sesuatu yang tidak tepat. Di akhir laga, semua selesai dan Anda punya laga selanjutnya di mana Anda bisa bertindak lebih bagus," lanjutnya.

Pernyataan yang terkesan menyepelekan isu rasisme itu lantas menuai kecaman. Salah satunya datang dari kelompok anti Kick It Out yang mengutuk keras rasisme dalam sepakbola.

"Komentar seperti ini tidak membantu tujuan besar dari menendang keluar rasisme dari sepakbola dan membuatnya sebuah zona yang bebas dari diskriminasi," cetus organisasi itu.

Kecaman pun juga datang dari kalangan pemain. Rio Ferdinand, yang adiknya Anton Ferdinand, baru saja disebut mendapatkan perlakuan rasisme dari John Terry, menyatakan kecaman melalui akun twitternya.

"Sepp Blatter, komentar Anda soal rasisme sangat merendahkan dan hampir menggelikan," sergahnya.

Menanggapi reaksi tersebut, FIFA lantas merilis sebuah pernyataan dari Blatter. Ia menyebut komentarnya sudah disalahartikan.

"Apa yang ingin saya katakan adalah, sebagai pemain sepakbola, saat bertanding, Anda memiliki 'duel' dengan lawan, dan terkadang ada yang keliru. Tapi, umumnya, di akhir laga, Anda minta maaf kepada lawan jika Anda terlibat sengketa dengannya dalam laga, Anda bersalaman, dan saat partai berakhir, semua selesai."

"Setiap orang yang pernah bermain sepakbola, atau partai olahraga, tahu bahwa inilah intinya. Apapun, saya ingin menegaskan bahwa saya tak mau menepikan masalah rasisme di lingkungan dan olahraga. Saya berkomitmen untuk memerangi wabah ini dan menendangnya keluar dari sepakbola," ujar Blatter seperti dikutip Reuters.

source : beritabola.net

Tidak ada komentar:
Write comments

KapanLagi.com

Tech in Asia