Sabtu, 19 November 2011

City rugi Rp 2,8 Trilliun

 
>


Manchester City mengalami kerugian sebesar 194,9 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,8 triliun selama 2010-2011. Nilai kerugian itu adalah yang terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.

"Kerugian ini, yang kami prediksi sebagai bagian dari akselerasi strategi investasi kami, tak akan terulang di masa mendatang," ujar Kepala Operasional City, Graham Wallace.

"Sejalan dengan strategi transformasi klub dan keinginan mencapai stabilitas ekonomi jangka panjang, neraca keuangan ini merupakan awal sebelum City maju ke posisi yang lebih berkelanjutan di semua aspek operasional pada masa mendatang."

"Seiring usaha kami melakukan transformasi komersial klub ini, kami menyadari adanya peraturan Financial Fair Play (FFP) dari UEFA dan, sebagai konsekuensinya, kami terus melakukan dialog positif dengan semua otoritas sepak bola terkait," tuturnya.

FFP, yang akan diterapkan efektif untuk semua klub Eropa pada musim 2014-2015, bertujuan mengurangi ketergantungan klub kepada kekuatan finansial pemilik. Selain menyehatkan perekonomian klub, FFP diharapkan membuat persaingan semakin sehat. Pelanggaran atas peraturan ini bisa berujung sanksi berupa larangan tampil di Liga Champions atau Liga Europa.

Nilai kerugian City melampaui toleransi UEFA. Namun, mereka masih punya kesempatan membenahi diri supaya tidak terancam sanksi tersebut. Menurut Telegraph, UEFA melarang klub mengalami kerugian sebesar lebih dari 38,5 juta poundsterling per tahun, terhitung sejak musim ini sampai akhir musim 2014-2015.

Sejauh ini, meski mengalami kerugian, City mengalami peningkatan pendapatan signifikan. Dari penjualan tiket, misalnya, mereka mengalami peningkatan sebesar 8 persen, dari 18,2 juta poundsterling menjadi 19,7 juta poundsterling.

Pendapatan dari hak siar televisi mengalami peningkatan sebesar 27 persen dibanding tahun sebelumnya, atau dari 54 juta poundsterling menjadi 68,8 juta poundsterling. Pendapatan dari kemitraan komersial meningkat 49,7 persen dibanding musim lalu, yaitu dari 32,4 juta poundsterling menjadi 48,5 juta poundsterling.

Sumber :
Manchester City

Tidak ada komentar:
Write comments

KapanLagi.com

Tech in Asia